Paham Salah & Salah Paham Wahabi / Salafi


Assalama’alaikum.
Alhamdulilah, sholawat dan salam semoga tercurahkan keharibaan baginda Nabi Muhammad, keluarga dan sahabat nya, amin.. Amma ba’du, setelah saya amati dari pernyata’an teman-teman salafi, saya rasa mereka terlalu pintar hingga melupakan moral dan sopan santun dalam berdiskusi. setelah saya cermati,
Di sini lah letak kesalah fahaman salafi/ wahabi dalam memahami ayat-ayat qur’an dan hadist, ayat-ayat yang seharusnya di tujukan kepada orang kafir, mereka peruntukkan kepada orang muslim, liat saja keterangan di bawah, Nabi Nuh tidak bisa menyelamatkan anak nya yang sudah jelas-jelas kafir, Nabi Ibrahim tidak bisa menyelamatkan ayah nya yang sudah jelas-jelas kafir, dst…yang semua nya itu mengindikasikan bahwa meminta sayafa’at kepada Nabi itu tidak ada guna nya walaupun untuk orang muslim sekali pun (padahal ayat-ayat diatas menjelaskan kepada orang kafir). Pwrlu kita ketahui, semua adalah hak prerogatif Alloh, masuk surga, neraka, rizki dll. Namun, bukan hal yang mustahil kalau Alloh memberikan izin kepada Nabi nya untuk memberi sayafa’at kepada umat-umatnya kelak di hari kiamat, dalam sebuah Hadist Bukhori di jelaskan (Kitab Jawahirul Bukhori halaman 211-212)

“عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال”:” يجتمع المؤمنون يوم القيامة فيقولون:لو استشفعنا إلى ربنا، فيأتون آدم فيقولون أنت أبو الناس خلقك الله بيده وأسجد لك ملائكته وعلمك أسماء كل شيء فاشفع لنا عندربك حتى يريحنا من مكا ننا هذا، فيقول: لست هناكم، ويذكر ذنبه، فيستحي….إلى قوله صلى الله عليه وسلم” أئتوا محمدا صلى الله عليه وسلم عبدا غفر الله له ما تقدم من ذنبه وما تأخر فيأتوني فانطلق حتى أستأذن على ربي فيؤذن، فإذا رأيت ربي وقعت ساجدا، فيدعني ما شاء الله، ثم يقال: إرفع رأسك وسل تعطه، وقل يسمع واشفع تشفع، فأرفع رأسي فأحمده بتحميد يعلمنيه ثم أشفع فيحد لي حدا، فأدخلهم الجنة ثم أعود إليه فإذا رأيت ربي مثله ثم أشفع فيحد لي حدا فأدخلهم الجنة ثم أعود الثالثة ثم أعود الرابعة فأقول “ما بقي في النار إلا من حبسه القرآن ووجب عليه الخلود”، يعني قول الله تعالى” خلدين فيها “


artinya : diriwayatkan dari Sahabat Anas dari Nabi SAW, beliau bersabda: orang-orang mukmin akan berkumpul pada hari kiamat, mereka berkata” hendaknya (mbokyaho) kita meminta pertolongan kepada Tuhan kita (Alloh)”, maka mereka pun datang kepada Nabi adam, mereka berkata kepada Nabi adam” engkau adalah Abunnas (bapak nya manusia) Alloh telah menciptakan mu dengan yad Nya(kekuasa’an Nya), dan Alloh perintahkan sujud (sujud penghormatan bukan sujud seperti dalam sholat) malaikat Nya kepada mu,dan Alloh telah memberi tahu mu akan semua nama-nama sesuatu, maka… isyfa’ lana.. Tolong lah kami kepada tuhan mu (memohon kepada Alloh untuk meminta sayafa’at) sehingga kita bisa istirahat enak dari tempat ini (eshingga kita bisa lepas dari hiruk pikuk nya hari dan tempat ini). Nabi Adam pun menjawab ” saya tidak bisa menolong kalian” dan beliau pun menyebutkan kelalaian nya (yaitu mendekati pohon khuldi dan memakan nya) maka Nabi adam pun malu (untuk berdoa kepada Alloh), Nabi adam pun brkata” kalian semua datang lah kepada Nabi Nuh, sesungguhnya Nabi Nuh adalah rosul yang pertama ( dengan membwa peringatan dan kabar hancur nya kaum Nuh) Alloh mengutus nya kepada pnduduk bumi. Kemudian orang-orang mukmin pun datang kepada nya, dan Nabi Nuh pun menjwab “saya tidak bisa menolong kalian” dan Nabi Nuh memberitahukan kelalain nya kepada Alloh (yaitu meminta agar Kan ‘an putra nya yang kafir di selamatkan dari bencana)” karena itulah Nabi Nuh malu untuk memintakan syafa’at kepada orang-orang mukmin pada hari kiamat, kemudian beliau berkata” datanglah kalian semua kepada Kholilurrohman (sebutan untuk Nabi Ibrahim. Kemudian mereka pun datang kepada Nabi Ibrahim, beliau pun menjawab “lastu hunaakum” (saya tidak bisa menolong kalian), kemudian mereka Datang kepada Nabi musa, beliau pun menjawab tidak bisa, datang kepada Nabi Isa, beliau pun tidak bisa, kemudian terakhir datang kepada Nabi Muhammad. Maka aku brangkat hingga aku memintai izin kepada Alloh, dan aku di beri izin, kata Nabi Muhammad. Ketika aku melihat tuhan ku, maka aku jatuh bersimpuh(bersujud) kmudian Alloh meninggalkan ku dalam waktu yang di kehendaki Nya. Tidak lama dari itu, diucapkanlah sebuah kalimat ” irfa’ ro’sak wa sal tu’toh” (angkatlah kepalamu dan memintalah maka engkau akan di beri apa yang kau pinta) dan berkatalah maka perkata’an mu itu akan di dengarkan dan syafa’atilah maka syafa’at mu akan di terima. “Maka aku angkat kepalaku”, kata Nabi. “kemudian aku memuji Nya dengan pujian yang telah Alloh beri tahu kepada ku, setelah itu aku mensayafa’ati kaum yang telah dibatasi, maka aku masukkan kaum itu ke dalam surga. Kmudian aku meminta kepada Alloh (untuk kedua kali nya), maka aku melakukan hal yang sma seperti yang pertama, aku memberi syafa’at kepada kaum yang dibatasi, maka aku masukkan mereka ke dalam surga, kmudian aku meminta lagi yang ketiga kalinya, dan keempat kali nya, stelah itu saya brkata ” tidak ada satupun di dalam neraka kecuali orang-orang yang telah ditetapkan oleh al qur’an dan pasti bagi nya kekal di dalam neraka, maksud dari Nabi firman Alloh
“خالدين فيها”
yaitu orang-orang yang sudah nash kekal di dalam neraka, seperti fir’aun, Namrud, Kan’an anak Nabi Nuh, Abu lahab paman Nabi Muhammad, dll.
NB: ma’af, tex nya hadist saya kurangi, karena terlalu bnyak, jadi saya cukup kan pada arti nya saja. (walaupun saya tulis bahasa arab nya, orang-orang wahabi tidak akan faham, jadi percuma, karena mereka hanya belajar dari terjemahan bukan dari langsung kitab nya seperti yang saya lakukan coba anda pikirkan, sudah jelas dalam hadist diatas, bahwa orang mukmin meminta sayafa’at kepada Nabi adam, Nuh, dll.. Hingga kepada Nabi Muhammad, mari kita perinci satu persatu, Nabi Adam berkata” saya tidak bisa menolong kalian, pergilah kalian kepada Nabi Nuh”. Lihat lah !! Bgaimana Nabi adam menyuruh orang-orang prgi ke Nabi Nuh, untuk apa? !! Kalau bukan untuk menjadikan Nabi Nuh sebagai perantara orang-orang mukmin untuk meminta pertolongan kepada Alloh?? Bukan kah itu (tawassul/menjadikan perantara) yang selama ini kami (aswaja) amal kan?? Nabi Nuh pun menyuruh orang-orang mukmin pergi kepada Nabi Ibrahim, untuk apa?? !! Kemudian dari Nabi Ibrahim kepada Nabi musa, Nabi Musa kepada Nabi Isa, Nabi Isa kepada Nabi Muhammad SAW, coba kalian pikir !! Untuk apa semua itu kalau bukan untuk brtawasul, untuk menjadikan para Nabi-nabi sebagai perantara orang-orang mukmin kepada Alloh, salahkan perbuatan Nabi-nabi diatas?? Dilaknat kah perbuatan mereka karena antara satu sama lain saling membuat perantara kepada yang lebih mulya?? Hanya salafi/wahabi lah yang meyakini perbuatan itu (bertawasul) perkara yang mungkar dan syirik, subhanAlloh… Mereka melaknat prbuatan itu scra tidak langsung melaknat apa-apa yang di lakukan oleh Nabi adam, Nuh, Ibrahim dll.
Poin yang kedua, kdang mereka beralasan kepada orang yang brtawasul “buat apa kita masih membutuhkan perantara? Apakah Alloh membutuhkan perantara?”. alasan2 ini sungguh alasan orang tolol !! Dalam hadist diatas menjelaskan, para Nabi saling membuat perantara satu sama lain krn beliau2 malu atas kelalain masing2, Nabi adam lalai akan buah khuldi, Nabi Nuh brdoa untuk anak nya yang kafir agar sealmat, Nabi Ibrahim mendoakan ayah nya yang kafir dll nya, di sini kita bisa tarik kesimpulan, bahwa orang-orang salafi/wahabi mempunyai sifat2 yang tercela.

1.      Tidak punya rasa malu, Nabi adam saja malu untuk langsung minta Alloh, maka nya beliau menjadikan Nabi Nuh sebagai perantara orang-orang mukmin dengan Alloh

2.      Sok suci, menganggap diri mereka lbh suci di banding kan orang-orang yang brtawasul walaupun itu rosul Alloh sekalipun.

3.      Mengingkari dan mencela isi dalam hadist shohih diatas, dalam artian mereka tidak mau meminta prtolongan baik secara majaz atau hakikat kcuali pada Alloh, padahal jelas-jelas dalam hadist diatas, meminta kepada slain Alloh tidak apa-apa, nmun itu semua secara majaz bukan hakikat, kalau hakikat semua memang hrus meminta kepada Alloh.

Mereka mengatas nama kan SALAFY(orang-orang yang mengikuti orang salaf/sahabat,tabi’in dll), cuiihh… !! itu semua hnya sampah yang di kemas dengan indah nya hawa nafsu, pantaskah mereka di katakan salafi yang kebiasaan mereka brkata KAFIR !! MUSYRIK !! BID’AH !! dan kata2 kotor lain nya?? Hingga mereka tidak sadar bahwa sesungguh nya mereka telah mencemo’oh para Nabi dan rosul trdahulu, la haula wala quata illa billah.. Semoga dengan tulIsan dari tangan kotor ini, dari seorang hamba yang mencari ridho ilahi bIsa brmanfa’at dan menjadi amal sholeh kelak di hari yang semua kebenaran akan terungkap. Syukron Jazakumulloh ahsanal jaza’.
Min Al faqir ila rohmati robbi.. Abal fatum.

Kenapa Takut Bid’ah2 (KTB2)

2 thoughts on “Paham Salah & Salah Paham Wahabi / Salafi

  1. ente hanya bisa fitnah aja , siapa bilang salafi tidak minta syafaat rosul, yang dimaksud disini adalah tawasul atau ziarah kekubur dengan anggapan doa dikuburan tersebut lebih dijabah, itu salah bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s