BUAT BESOK


Perdana Menteri Atif Ubaid itu ternyata juga tukang ngocol yang nyaris profesional.

“Di Kairo pernah diberlakukan jam malam”, dia bercerita kepada Presiden Abdurrahman Wahid, “diatas jam delapan malam, orang tak boleh keluar rumah, toko-toko harus sudah tutup, termasuk kios tukang cukur”.

Suatu malam, seorang pelanggan datang ke tukang cukur jam delapan kurang seperempat. Tukang cukur menggarapnya, tapi tentu saja seperempat jam tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaannya. Jam delapan persis, ia tutup jendela kios dan gordennya, pintu ia sisakan secelah kecil saja, lalu meneruskan urusannya dengan pelanggan itu.

Tiba-tiba terdengar bunyi mobil direm mendadak  hingga berdecit-decit, disusul pintu-pintu ditutup dengan keras dan derap sepatu lars bergerudugan. Tukang cukur tanggap. Serta-merta ia kerudungkan handuk ke kepala pelanggan, lalu memberes-beresi peralatan dan membersihkan mejanya.

“Braakkk!” pintu kios dibuka dengan kasar.

“Belum tutup ya!” Polisi Militer membentak.

“Sudah, Pak… ini sedang berbenah…”

Polisi Militer mengamati seantero ruangan dengan mata garang, sampai ia temukan seonggok kepala tertutup handuk di kursi pelanggan itu.

“Apa ini?” senjata dikokang dan ditodongkan.

“Jangan, Pak..!” tukang cukur gugup, “ini kan cuma saya simpan disini untuk dikerjakan besok…”

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s